Salah satu pengunjung Tebet Eco Park, Jakarta Selatan (Jaksel), Anggara menyayangkan pemasangan pagar permanen di kawasan taman untuk membatasi jumlah pengunjung.
Anggara mengatakan bahwa membeludaknya pengunjung taman yang baru direvitalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menandakan apa yang dikerjakan (membuat ruang publik) berhasil.
Menurutnya, langkah pemasangan pagar tersebut merusak esensi Tebet Eco Park. Dia mengatakan seharusnya Pemprov DKI membuat taman baru sekelas Tebet Eco Park untuk membatasi jumlah pengunjung.
“Kalo tidak mau warga memadati satu taman, bikin taman yang banyak, satu kecamatan satu taman sekelas Tebet Eco Park,” ujar Anggara di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, pada Selasa 27 Desember 2022.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) memasang pagar sepanjang kurang lebih 1,7 km yang mengelilingi seluruh taman menggunakan baja berlubang (perforated steel). Pemasangan pagar ini ditarget selesai Maret 2023.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo menjelaskan, pemagaran di Tebet Eco Park bertujuan untuk membatasi jumlah pengunjung agar kawasan itu tetap nyaman dan teratur.
“Pemagaran adalah upaya kedua Pemprov DKI setelah sebelumnya menggunakan aplikasi JAKI untuk membatasi jumlah pengunjung sejak Juli 2022,” kata dia, Senin (12/12/2022).
Ivan menambahkan, pemagaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Pemprov DKI Jakarta terhadap keluhan pengunjung Tebet Eco Park selama masa uji coba Juni 2022.
Diungkapkannya, kenyamanan pengunjung tidak tercapai lantaran adanya pedagang liar, sarana dan prasarana yang tidak mencukupi, tanaman yang rusak terinjak, hingga taman menjadi kotor.
Maka dari itu, pihak Pemprov DKI memasang pagar dengan tujuan untuk kontrol aksesibilitas keluar masuknya pengunjung, memberikan batas fisik taman, menjaga keamanan sarana dan prasarana taman, serta mencegah penyalahgunaan area taman.
Sumber Berita / Artikel Asli : NW Wartaekonomi
Source link















