Ahli hukum tata negara, Refly Harun, menilai kemarahan atau emosi dari pemilih Ganjar Pranowo karena mereka tidak ingin rezim ini berganti.
Pernyataan tersebut dilontarkan untuk merespon pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyatakan bahwa pemilih Ganjar dan Anies Baswedan merupakan orang-orang yang emosional.
Baca Juga: Bikin Heran! Wacana Pemilu 2024 Ditunda Bergejolak Disaat Hasil Elektabilitas Ganjar di 42 Persen, Rocky Gerung: Pentingnya Berpikir
Lebih jelas, Fahri mengatakan bahwa Anies adalah simbol kemarahan kaum kanan sementara Ganjar merupakan simbol kemarahan kaum kiri.
Menanggapi hal tersebut, Refly mengatakan ada perbedaan penyebab kemarahan pemilih Ganjar dan Anies sangat berbeda. Kemarahan pendukung Anies adalah kemarahan agar Indonesia menjadi lebih baik.
Sementara itu, kemarahan pendukung Ganjar yaitu kemarahan agar tidak ada perubahan rezim yang diduga menimbulkan konsekuensi bagi mereka ke depannya.
“Tapi kalau kemarahan atau emosi dari pendukung Ganjar saya kira mereka justru berpikir tentang tidak ingin ada perubahan rezim, khawatir takut, kalau berubah rezim akan ada konsekuensi,” ujar Refly, dikutip NewsWorthy dari kanal YouTube Refly Harun pada Minggu (8/1/2023).
Baca Juga: Dorong Akselerasi Ekonomi, BNI Meriahkan Bazaar UMKM dan Pasar Murah di Nias
Source link















