Connect with us

Hi, what are you looking for?

Infomu

Elektabilitas Ganjar Moncer di Jateng Bohong Belaka? Sosok Ini Bongkar Suara Si Merah di Jawa Tengah



Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sorotan karena paling tinggi di banyak lembaga survei, mengungguli jauh dua pesaingnya yaitu Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang disebut-sebut memberikan sumbangan elektabilitas besar bagi Ganjar.

Terlebih, daerah tersebut juga merupakan markas PDI Perjuangan (PDIP).

Namun, dalam video yang diunggah akun @LANGKAHANIES, mantan Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo menyampaikan bahwa Jawa Tengah tidak bisa lagi disebut sebagai kandang banteng (PDIP).

Itu karena, suara pemilih PDIP di wilayah tersebut yaitu hanya 27,5%. Oleh karena itu, mantan Ketua KPU itu mengajak untuk mendukung Anies Baswedan.

Hal tersebut ditanggapi oleh akademisi Universitas Negeri Malang, Tatok Sugiarto.

Tatok setuju untuk menghilangkan stigma bahwa Jawa Tengah seolah-olah kandang banteng.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan pemaparan mantan Ketua KPU Jawa Tengah, artinya masih ada 70 persen lebih pemilih yang tidak memilih PDIP.

Di sisi lain, pengamat politik Rocky Gerung juga pernah menyinggung soal hasil survei elektabilitas Ganjar yang diduga bohong. 

“Bayangkan saja kalau Ganjar 42 persen sekarang oleh survei siapa itu kemarin, Charta Politika. Kalau Ganjar sudah 42 persen ya ngapain tunda Pemilu, kan Ganjar pasti menang. Itu tandanya survei bohong,” ujar Rocky Gerung.

Muncul Dugaan Hasil Survei Bohong Soal Elektabilitas Ganjar Pranowo, Begini Logika Rocky Gerung

Elektabilitas Ganjar Moncer di Jateng Bohong Belaka? Sosok Ini Bongkar Suara Si Merah di Jawa Tengah

Pengamat politik Rocky Gerung blak-blakan mengherankan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di 42 persen seperti yang dirilis oleh lembaga survei Charta Politika Indonesia.

Hal itu ditanggapi Rocky Gerung dalam akun YouTube pribadi miliknya.

Dalam tayangannya, Rocky Gerung seakan menyebut bahwa hal itu tidak masuk akal lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meng-endorse Ganjar Pranowo disebut ingin menuda pemilu.

Rocky Gerung mengatakan bahwa dengan elektabilitas Ganjar Pranowo, seharusnya dipercepat saja pemilunya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Loh kenapa mau ditunda pemilunya, dipercepat aja mumpung Ganjar elektabiltiasnya 42 persen. Nanti kalau ditunda turun lagi elektabilitasnya ke 12 persen, atau bahkan ke 0,2 persen,” papar Rocky Gerung dikutip dari akun YouTube pribadi miliknya, Kamis (5/1).

Rocky Gerung menegasakan bahwa ucapannya itu berdasarkan logika dan hal itu memang sangat mudah terbaca.

“Kan logika ini saja dengan mudah dibaca, itulah pentingnya untuk berfikir,” tegas Rocky Gerung.

Ia pun kerap menyinggung lembaga survei Charta Politika yang disebut berbohong terkait hasil survei tersebut.

“Kan gampang, bayangkan saya kalau Ganjar 42 persen sekarang oleh survei siapa itu kemarin, Charta Politika. Kalau Ganjar sudah 42 persen ya ngapain tunda pemilu, kan Ganjar pasti menang, itu tandanya survei bohong,” papar Rocky Gerung.

Sementara itu, sebelumnya lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru pada Kamis, 22 Desember 2022, elektabilitas Ganjar Pranowo meraup suara 42,8 persen.

Angka ini berpotensi memenangkan pertarungan Pilpres 2024 hanya satu putaran jika melawan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Data tersebut merupakan data ekstrapolasi yaitu simulasi ketika tingkat pengenalan calon diasumsikan sama rata atau mendekati pemilihan dengan 3 nama yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar berada di angka 42,8 persen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara di bawahnya Anies Baswedan mendapat 28,1 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen, dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 5,2 persen.

“Mas Ganjar naik di angka 42,8 persen jauh meninggalkan Anies diangka 28,1 yang Pak Prabowo di angka 23,9 persen,” kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya.

Sumber Berita / Artikel Asli : NW Wartaekonomi





Source link

Bagiin Info

Click to comment
Advertisement
Advertisement
Advertisement
    • Flipboard

    • Reddit

    • Pinterest

    • Whatsapp

    • Whatsapp

Baca Juga Info Ini

Infomu

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu dokumen yang wajib dimiliki oleh pengendara. Kekinian, Polri menerbitkan aturan baru terkait pembuatan SIM melalui Peraturan Kepolisian...

Infomu

Trafik broadband tumbuh 11,6 persen, Telkomsel sukses kawal kenyamanan konektivitas dan layanan digital pelanggan selama momen hari raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023....

Infomu

WE NewsWorthy, Jakarta – Pemerhati Sosial dan Politik Tatok Sugiarto menyinggung PDI Perjuangan yang senang di era Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi...

Infomu

Suara.com – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebut kalau perempuan Indonesia masa kini telah berbeda dengan zamannya dulu. Lain dengan dirinya, menurut...

Infomu

Selasa, 10 Januari 2023 – 19:03 WIB Ilustrasi: Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos lampu pengatur lalu lintas dan tidak mengenakan helm. ANTARA FOTO/Yulius Satria...

Infomu

SUARA SEMARANG – Carlos Fortes ditunjuk menjadi kapten PSIS Semarang dalam pertandingan melawan Bayangkara FC. Dalam pertandingan yang digelar pada 9 Januari 2023 lalu,...

Infomu

TEMPO.CO, Jakarta – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tidak melihat adanya kemungkinan Indonesia bisa terlibat dalam upaya mendamaikan perang Ukraina. Pandangan itu...

Infomu

Suara.com – Ayu Ting Ting jatuh saat manggung. Kejadian tak mengenakkan itu terjadi saat Ayu tampil di panggung Live HUT Indosiar, Selasa (10/1/2023) malam....

Advertisement
close