Apple Vision Pro memiliki begitu banyak fitur sehingga sulit untuk memasukkan semuanya ke dalam perangkat sekecil itu.
Headset mixed reality pertama Apple, Vision Pro, secara resmi diluncurkan pada acara WWDC 2023 bulan lalu. Perangkat ini telah menjadi perbincangan di dunia teknologi, dengan orang-orang membicarakan fitur-fiturnya dan harganya yang mahal.
Namun, tampaknya harga tinggi bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Apple dengan Vision Pro. Desain perangkat yang rumit menyebabkan tantangan dalam produksi, dan perusahaan terpaksa melakukan pemotongan besar pada produksinya.
Headset Vision Pro Apple adalah salah satu produk paling kompleks yang pernah dibuat perusahaan. Ini memiliki begitu banyak fitur sehingga sulit untuk memasukkan semuanya ke dalam perangkat sekecil itu. Dilansir dari Gizmochina (4/7), hal tersebut telah memaksa Apple untuk melakukan pengurangan yang signifikan dalam rencana produksinya.
Headset itu awalnya dijadwalkan akan dirilis awal tahun depan, dan Apple berencana memproduksi 1 juta unit di tahun pertama. Namun, perusahaan kini telah meminta dua pemasok yang berbasis di China untuk menyediakan komponen hanya 130.000 hingga 150.000 unit.
Headset ini menggunakan sejumlah teknologi baru, yang membuatnya sulit untuk diproduksi. Tantangan produksi juga diperparah oleh keterlambatan dalam rantai pasokan. Sebagai akibat dari pengurangan produksi, Apple sekarang diperkirakan akan menjual kurang dari 400.000 unit Vision Pro pada tahun 2024. Ini adalah penurunan yang signifikan dari target penjualan awal, tetapi masih merupakan jumlah unit yang signifikan untuk kategori produk baru.
Vision Pro adalah sebuah pertaruhan besar Apple di pasar augmented reality (AR). Headset ini diharapkan menjadi perangkat kelas atas dengan fitur-fitur seperti pelacakan mata, pengenalan wajah, dan layar beresolusi tinggi. Belum terlalu jelas bagaimana pemotongan produksi akan memengaruhi harga Vision Pro, tetapi kemungkinan headset akan lebih mahal dari perkiraan semula.
Meskipun ada pengurangan produksi, Apple tetap berkomitmen pada Vision Pro. Perusahaan dilaporkan berencana untuk merilis versi headset yang lebih terjangkau pada tahun 2025. Namun, tidak jelas apakah perusahaan dapat memenuhi target produksi untuk Vision Pro pada tahun 2024.
Source link















