Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah memberikan analisisnya soal kondisi demokrasi di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung lebih melihat ketokohan daripada gagasan.
Padahal, seharusnya bukan hal tersebut yang dilakukan. Melainkan, mengutamakan gagasannya terlebih dahulu tanpa perlu melihat siapa tokohnya.
Baca Juga: Lagi-lagi Bikin Curiga? Soal Elektabilitas Ganjar Pranowo yang Meroket, Eh Ada Nyeletuk: Kata Pak Mahfud, Survei Bisa…
Fahri lantas menyinggung karakteristik pemilih yang terbentuk saat ini, yaitu simbol dari kemarahan kelompok-kelompok tertentu di masyarakat.
Ia mengatakan bahwa Anies Baswedan merupakan simbol kemarahan kaum kanan sementara Ganjar merupakan simbol kemarahan kaum kiri.
“Di negara kita tidak ada. Kita dipaksa milih orang. Sekarang kalau menyebut nama yah, Anies Baswedan adalah simbol dari kemarahan kanan, Ganjar adalah simbol dari kemarahan kiri,” ujar Fahri, dikutip NewsWorthy dari kanal YouTube HAS Creative pada Minggu (8/1/2023).
Ia juga menyebut bahwa pemilih Ganjar dan Anies tidak rasional karena hanya mengutamakan kemarahan mereka saja.
Baca Juga: Pemkot Denpasar Targetkan Satu SMP Negeri Baru pada 2023, Dalam Rangka Apa?
Source link















