Infomu

Pantes Prabowo-Gibran Disalahkan Atas Kenaikan Harga Beras

0
Bagikan
0Points
Play Radio 📻


 

Juru bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Hasreiza atau biasa dikenal dengan Reiza Patters menjelaskan penyebab paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka disalahkan masyarakat atas kenaikan harga beras.

Menurutnya ada dua penyebab, pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkampanye untuk memenangkan Prabowo-Gibran dan diduga menggunakan instrumen negara, salah satunya bantuan sosial (bansos).

“Pada bingung, kenapa kok situasi kocar kacir begini kayak harga beras yang melambung tinggi dan rakyat antri untuk beli, disematkan ke paslon 02. Ya gimana enggak, orang Presiden penguasa sekarang ini aktif kampanye untuk 02 karena ada anaknya di situ,” ucapnya.

Kedua, Prabowo-Gibran akan melanjutkan kebijakan Jokowi, padahal jelas kondisi sekarang membuat masyarakat kesusahan. “Lalu 02 yang ngotot mau melanjutkan kebijakan rejim yang sekarang berkuasa,” imbuhnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (27/2).

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa harga beras telah mencapai rata-rata Rp15.175 per kg, dan menurutnya berpotensi menymbang peningkatan infalsi terhadap volatile food.

“Hingga 21 Februari, beras kita telah mencapai rata-rata harga di angka Rp15.175. Ini yang memberikan kontribusi terhadap inflasi volatile food di dalam headline inflasi kita,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (22/2/2024), dikutip dari Kompas TV.

Pada akhir Januari 2024, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat inflasi terhadap volatile food Indonesia di angka 7,2 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan kenaikannya mencapai 7,7 persen dari awal tahun sampai sekarang.

Kemudian Sri Mulyani mengatakan kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri atau inflasi domestik masih terjaga, tapi kenaikan harga beras tetap perlu diwaspadai.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi tahunan Indonesia tercatat sebesar 2,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19 pada Desember 2023, naik dari 102,55 pada Januari 2023. Jika dibandingkan dengan negara lain, angka tersebut masih lebih rendah.

“Inflasi domestik relatif terjaga, pada bulan Januari 2024 mencapai 2,57% (yoy). Namun demikian, tekanan harga beras perlu diwaspadai. Pemerintah terus melakukan stabilisasi harga pangan, terutama beras menjelang Ramadhan dan Idulfitri,” tuturnya.

“Inflasi di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan negara negara maju maupun inflasi secara global. Dalam hal ini, inflasi yang rendah masih terjaga hingga awal tahun. Meskipun kita juga waspada terhadap kenaikan harga beras bulanan yang mencapai 7,7 persen year to date,” lanjutnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : populis





Source link

Lainnya Dari Nginfoin

Load More Posts Loading...No more posts.
close