Infomu

IMF sebut AI telah kuasai 40% pekerjaan manusia

0
Shares



Laporan analisis terbaru IMF menunjukkan bahwa AI kini sudah menguasai 40% pekerjaan manusia dan berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial.

International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan hasil analisis terbarunya terkait perkembangan Artificial Intelligence (AI) beserta dampaknya terhadap ekonomi. IMF menyebut kini AI telah menguasai 40% pekerjaan manusia sehingga itu rentan tergantikan dalam waktu singkat.

Dilansir dari BBC International (15/1), Direktur manajemen IMF, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa AI berpotensi menimbulkan kesenjangan baru di lingkungan sosial. Itu lantaran kemampuannya untuk menggantikan pekerjaan manusia sehingga kesempatan bekerja kian berkurang, misalnya ChatGPT yang kini bisa melakukan berbagai pekerjaan digital layaknya manusia seperti mengedit, menghasilkan gambar hingga menjawab pertanyaan bisnis.

“Dalam banyak skenario, AI hanya akan memperburuk kesenjangan,” kata Kristalina Georgieva.

Georgieva menekankan bahwa pembuat kebijakan saat ini seharusnya lebih tegas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terlebih, AI disebut hanya akan membuat kesenjangan semakin menjadi-jadi bilamana tidak lekas dicarikan solusi terbaiknya.

Terlepas itu, IMF juga tidak menyangkal bahwa AI membawa sejumlah manfaat bagi sebagian pekerja lainnya. Sebab kehadiran AI bisa mempermudah dan menambah efektivitas pekerjaannya sehingga kinerja perusahaan lebih cepat berkembang.

IMF membagi dua kategori pekerja yang akan menerima AI sebagai dampak positif atau dampak negatif ternyata berdasarkan usia seseorang. Bila pekerja muda melihat AI sebagai suatu keuntungan, maka sebaliknya bagi pekerja tua melihat AI sebagai ancaman.

Itu juga termasuk sebagian besar pekerja dengan penghasilan rendah yang pekerjaannya berpotensi tergantikan oleh AI di masa depan. Maka dari itu, untuk menangani hal ini IMF memberi rekomendasi kepada setiap negara untuk menyediakan social safety nets bagi para pekerjanya, ini termasuk peningkatan kompetensi terutama di bidang AI.

“Ini sangat penting untuk setiap negara membangun jaring pengaman sosial secara menyeluruh serta menawarkan program untuk para pekerja yang rentan,” ucap Georgieva. “Dengan cara itu, maka kita bisa melakukan transisi di bidang AI secara lebih inklusif serta melindungi kehidupan masyarakat terutama bagi mereka yang kurang diuntungkan,” imbuhnya.





Source link

Bagikan Infomu

What's your reaction?

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.
close