Pengamat politik Rocky Gerung ikut buka suara soal Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan segera membuat aturan kampanye untuk tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Hal ini dinilai sebagai respons atas adanya aksi Anies Baswedan berkampanye di sejumlah daerah.
Mantan dosen Universitas Indonesia (UI) itu menyebut, bahwa KPU seharusnya mengartikan kampanye secara lebih baik.
“Ini soal ajaib nih, apa yang dimaksud dengan kampanye dini tuh?” ujarnya di kanal YouTube Rocky Gerung Official.
“Istilah kampanye bukan hanya pada lokasi, tapi mutu yang disampaikan. Jika Anies mendatangi sejumlah daerah, berarti kan ketahui pada yang disampaikan,” tambahnya.
Pada tahapan kampanye pada Pemilu 2024, diberikan waktu sekitar 75 hari, dengan jumlah peserta Pemilu mencapai 17 partai politik (parpol), maka hanya memiliki 4 hari untuk bersosialisasi.
“Apakah dengan 4 hari, menjadi waktu yang cukup bagi parpol untuk dikenal,” ujar Rocky.
Hal ini kemudian menggiring masyarakat hanya akan mengenal parpol melalui apa yang diberi, apa yang dibagikan, serta apa yang diterima oleh masyarakat.
“Padahal Jokowi juga ingin agar partai politik bisa berkampanye dengan bermutu,” sambungnya.
Rocky Gerung pun mengungkapkan jika lokasi kampanye bukan menjadi suatu tolak ukur, karena itu, pelarangan mengenai lokasi kampaye di kampus juga merupakan hal yang keliru.
“Kampanye itu bertemunya pemikiran pemikiran bermutu. Nah, salah satu sumber pemikiran bermutu tersebut berasal dari dunia kampus,” ujarnya kemudian.
Dengan bakal adanya aturan baru tersebut, Rocky pun mengamini jika pemerintah tampaknya mulai kelimpungan dengan safari politik Anies Baswedan.
“Yang sekarang terbalik. Semua boleh kecuali Anies, ini konyol. Iya (Istana) tampaknya mulai makin menghadang,” tuding Rocky.
Karena itu, ia pun mengajak agar Pemilu 2024 menjadi lebih bermutu.
“Setiap orang jangan dihadang. Bukankah lebih baik yang mau jadi capres tapi belum cukup syarat 20 persen mengenalkan diri, ketimbang yang sudah 20 persen tapi tidak punya visi dan misi ke depan,” sambung Rocky.
Dia pun kembali menyinggung mengenai jadwal kampanye yang menurut ia konseptual.
“Jadwal hanya teknis. Jadwal kampaye secara etis, bisa setiap saat aja,” kata Rocky.
Sumber Berita / Artikel Asli : Kontenjatim
Source link















