Connect with us

Hi, what are you looking for?

Infomu

Apakah foto bulan di Galaxy S23 Ultra itu palsu?

Apakah foto bulan di Galaxy S23 Ultra itu palsu?



Samsung Galaxy S23 Ultra yang baru dirilis di Indonesia pada bulan Maret ini rupanya tak lepas juga dari kontroversi dan konspirasi seputar fitur memotret bulan. Sebagian orang di forum diskusi reddit meyakini Samsung memalsukan foto bulan di Galaxy S23 Ultra.

Samsung Galaxy S23 Ultra yang baru dirilis di Indonesia pada bulan Maret ini rupanya tak lepas juga dari kontroversi dan konspirasi seputar fitur memotret bulan. Sebagian orang di forum diskusi reddit meyakini Samsung memalsukan foto bulan di Galaxy S23 Ultra. Apakah tuduhan itu benar? Sebagai informasi, tuduhan ini bukanlah hal baru karena sudah terjadi sejak seri Galaxy S21 Ultra. Huawei juga menghadapi hal yang ketika merilis P30 Pro pada tahun 2019.

Apa yang terjadi?

Diskusi mengenai topik ini kembali menghangat setelah salah seorang pengguna reddit menulis thread panjang lebar mengenai zoom space 100x di Galaxy S23 Ultra. 

“Banyak dari kita telah menyaksikan foto bulan yang menakjubkan yang diambil dengan lensa zoom terbaru, dimulai dengan S20 Ultra. Namun, saya selalu meragukan keasliannya, karena foto-foto tampak hampir terlalu sempurna. Meskipun gambar-gambar ini tidak selalu sepenuhnya palsu, foto-foto itu juga tidak sepenuhnya asli. Biarkan saya menjelaskan,” kata pengguna bernama ibreakphotos tersebut.

Dia menjelaskan, dia mengunduh foto bulan dengan resolusi tinggi dari internet dan mengecilkannya menjadi 170×170 piksel. Kemudian, dia memberikan blur Gaussian, sehingga semua detail hilang. Dia menampilkan gambar di layar monitor (menunjukkannya pada 170×170 piksel, kabur), dan mematikan semua lampu. Akhirnya, dia memotret gambar bulan menggunakan zoom Samsung.

Dalam postingan-nya, pengguna tersebut mengatakan bahwa “Samsung memanfaatkan model AI untuk menempatkan kawah dan detail lainnya pada tempat-tempat yang sebelumnya hanya berupa kabur”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Dan saya harus menekankan hal ini: ada perbedaan antara pemrosesan tambahan ala resolusi super, saat beberapa bingkai digabungkan untuk mencegah hilangnya detail, dan ini, di mana Anda memiliki model AI khusus yang dilatih pada serangkaian gambar bulan , untuk mengenali bulan dan menampar tekstur bulan di atasnya (ketika tidak ada detail yang dapat dipulihkan, seperti dalam percobaan ini). Ini bukan jenis pengolahan yang sama yang dilakukan saat  Anda memperbesar (zooming) sesuatu yang lain, saat beberapa eksposur dan data yang berbeda dari setiap bingkai memperhitungkan sesuatu. Ini khusus untuk bulan”, jelasnya lebih lanjut.

Setelah penjelasan panjang lebar, ibreakphotos menyimpulkan bahwa “gambar bulan dari Samsung adalah palsu”, dan bahwa “pemasaran Samsung menipu”. Foto bulan di Galaxy S23 Ultra, kata dia, sebagian besar dilakukan AI, bukan optik.

Apakah tuduhan ini benar?

Sebenarnya, tuduhan kepada Galaxy S23 Ultra sudah terjadi pada pendahulunya, yakni Galaxy S21 Ultra. Tuduhan yang sangat mirip juga pernah menimpa Huawei. Huawei dituduh bukan hanya menyempurnakan dan memperbaiki foto bulan yang dijepret kamera. Huawei dituduh menggunakan gambar bulan yang sudah ada sebelumnya untuk membuat gambar akhir. Dengan kata lain, gambar bulan yang dijepret pengguna sebenarnya tidak ada karena foto itu sudah tersimpan sebelumnya di database Huawei. Wang Yueqi –Mashable menyebutnya pakar teknologi- juga menggunakan teknik Gaussian, seperti pengguna reddit di atas. Wang memotret gambar bulan dengan skenario sebagai berikut:

1. Gaussian blurring bulan sampai titik di mana sebagian besar detail tidak terlihat, lalu klik gambarnya. Huaei P30 Pro mampu memulihkan dan mengembalikan banyak detail yang tidak terlihat saat memotret.

2. Memodifikasi gambar bulan dengan menambahkan, menghapus, dan membalik beberapa detail, diikuti pemrosesan Gaussian yang memburamkan gambar.

3. Terakhir, bulan tidak diburamkan, tetapi hanya dimodifikasi dengan elemen tambahan yang awalnya tidak ada. 

Hasilnya, P30 Pro masih mampu menghasilkan gambar Bulan yang sangat berguna. Wang pun menyimpulkan, P30 Pro tidak hanya mengembalikan detail pada objek bulan, tetapi juga menghadirkan detail seharusnya tak ada.

Kontroversi ini bisa kita jelaskan dengan sangat panjang dan lebar, namun intinya adalah Samsung tidak memalsukan foto bulan pada Galaxy S21 Ultra dan Galaxy S23 Ultra. Tuduhan ini terjadi tak lepas dari perkembangan dan integrasi kecerdasan buatan ke dalam kamera smartphone. Kita bisa membahas seputar computational photography ini secara terpisah. Saya sendiri pernah menggunakan P30 Pro dan berkesimpulan bahwa Huawei hanya menyempurnakan hasil pemotretan, bukan menggantinya dengan foto yang sudah pre-existing.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jika Anda pensaran, bacalah laporan in-depth Raymond Wong dari Inverse berikut. Dalam laporan tentang Galaxy S21 Ultra tersebut, Raymond juga mencantumkan penjelasan teknikal Samsung yang menegaskan bahwa “tidak ada penggantian foto yang dilakukan” ketika pengguna memotre bulan menggunakan Galaxy S21 Ultra. Dengan kata lain, di Galaxy S23 Ultra, Samsung hanya menyempurnakan metode yang sama yang telah mereka pakai di Galaxy S21 Ultra.





Source link

Bagiin Info

Click to comment
Advertisement
Advertisement
Advertisement
    • Flipboard

    • Reddit

    • Pinterest

    • Whatsapp

    • Whatsapp

Baca Juga Info Ini

Infomu

POJOKSATU.ID, BASEL – Jadwal wakil Indonesia di Swiss Open 2023 hari ini, Selasa (21/3) malam hingga Rabu dini hari WIB. BWF World Tour Super...

Infomu

Meta akhirnya mengumumkan akan kembali mengurangi 10 ribu pekerjanya, yang akan dimulai pekan ini dan berakhir pada Mei mendatang. Meta tampaknya kembali akan melakukan...

Infomu

Minggu, 19 Maret 2023 – 06:53 WIB BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Bali bakal hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir dan angin...

Infomu

Sang Putri Wales telah siap menyambut musim semi. Kate bergabung dengan para bangsawan lainnya seperti Raja Charles, Permaisuri Camilla, Pangeran William, dan Duke dan...

Infomu

AEON Indonesia menanam 500 pohon bakau dan membersihkan bibir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (18/3). Acara yang diikuti karyawan dan warga...

Infomu

Adik laki-laki Putri Diana, Charles, Earl Spencer ke-9, membalas klaim yang dibuat mantan presiden Donald Trump tentang mendiang Princess of Wales. BACA LAGI: Setelah...

Infomu

BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kepamongan dan Penyelenggaraan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) se-Indonesia di Jakarta, Senin,...

Infomu

HerStory, Jakarta — Moms, stretch mark atau guratan kulit biasanya sering muncul pada ibu hamil. Hal ini terjadi karena biasanya ibu hamil kerap merasakan...

Advertisement
close