TEMPO.CO, Jakarta – Juru Bicara Timnas pasangan calon presiden Anies Baswedan dan wakil presiden Muhaimin Iskandar (Amin), Mustofa Nahra, mengatakan ungkitan mengenai jasa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada capresnya itu sudah usang. Nahra mengatakan komitmen Anies tak melawan Prabowo berlaku untuk 2019.
“Ini jangan diulang lagi, kaset lama yang diputar-putar. Nggak bermutu,” kata Nahra dalam diskusi di kawasan Pela Mampang, kawasan Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Januari 2024.
Nahra menyebut mengenai ini juga sudah diulang oleh Anies berulang kali dalam berbagai kesempatan. “Karena sudah lewat lima tahun,” kata Ketua DPP Partai Ummat ini.
Partai Gerindra, yang dipimpin Prabowo, merupakan salah satu partai yang mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Selain Gerindra, pasangan itu juga diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Jasa Prabowo untuk keberlangsungan karier Anies di politik muncul lagi setelah keduanya bersaing untuk pilpres 2024. Anies berulang kali mengkonfrontasi Prabowo, dengan misalnya, menyoroti sejumlah hal mulai dari pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo, laman Kemenhan yang diretas pada 2023, lahan seluas 340 ribu hektare milik Prabowo hingga memberikan penilaian 11 dari 100.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan serangan Anies ke Prabowo itu sebagai upaya menjatuhkan reputasi. Ia menyebut Anies bak tidak mengingat jasa Prabowo itu.
Iklan
“Dalam konteks ini, Anies sepertinya menganggap Prabowo bukan siapa-siapa,” kata Muzani saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 12 Januari 2024.
Muzani, yang juga merupakan wakil ketua tim kampanye nasional (TKN) Prabowo-Gibran, mengatakan pihaknya melihat ada upaya menjatuhkan reputasi ketika Anies memberikan penilaian 11 dari 100 kepada Prabowo.
“Ketika Anies kemudian merendahkan Prabowo dengan memberi skor seperti itu yang tidak terima publik, yang tidak terima netizen,” katanya. “Kami berharap debat-debat yang akan datang sebaiknya tetap mengedepankan ide.
Pilihan Editor: Presiden Jokowi Lobi PM Vietnam Agar Perlancar Impor Beras
Source link
















