Connect with us

Hi, what are you looking for?

Infomu

Studi Sebut Olahraga Lari dapat Tingkatkan Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya : Okezone health

$detail[


OBAT antidepresan seringkali menjadi senjata andalan bagi seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental. Namun, belum lama ini peneliti menunjukkan adanya hubungan antara olaharaga lari dengan peningkatan kesehatan mental seseorang.

Dilansir dari laman Diabetes.co.uk, Senin (23/10/2023) salah satu studi dari Universitas Vrije di Amssterdam menemukan bahwa rutin berlari selama 16 minggu, sama baiknya dengan mengkonsumsi obat antidepresan, yang berguna untuk mengobati depresi dan kecemasan.

Hal itu pun didukung dengan penelitian lainnya, yang menunjukkan bahwa jogging memiliki keterkaitan dengan kesehatan fisik seseorang seperti lingkar pinggang yang lebih kecil, fungsi jantung yang lebih baik, serta peningkatan berat badan dan juga tekanan darah.

Sedangkan bagi seseorang yang menggunakan antidepresan sebagai langkah pencegahan, justru mengalami penurunan metabolisme.

“Penting untuk dikatakan kalau ternyata ada cara lain yang dapat digunakan sebagai terapi dalam perawatan depresi,” ucap Profesor.

“Hasil menunjukkan dengan menerapkan terapi olahraga adalah sesuatu yang harus dianggap serius karena itu dapat menjadi pilihan yang baik dan bahkan lebih baik untuk beberapa pasien (depresi) kami,” tuturnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak hanya itu, dr Eric Ruhe dari Pusat Medis Universitas Amsterdam juga mengatakan hal ini merupakan cara yang menarik untuk dilakukan. Sebab, kesehatan fisik dapat mempengaruhi kesehatan mental, dan ternyata pengobatan depresi dan kecemasan juga dapat diatasi dengan berolahraga yang jelas tanpa mengalami efek buruk dari obat antidepresan.


Follow Berita Okezone di Google News


Namun menurutnya yang menjadi tantangan adalah ketika seseorang lebih sulit untuk mengubah kebiasaan gaya hidupnya, daripada meminum obat antidepresan. Meskipun ini tidak hanya akan memiliki dampak yang luar biasa, pada perawatan kesehatan umum, tetapi juga juga pada penyakit kejiwaan.

“52 Persen pada kelompok latihan dan 82 Persen pada kelompok antidepresan menunjukkan bahwa lebih sulit untuk mengubah kebiasaan gaya hidup daripada minum pil,” ucapnya.



Source link

Advertisement. Scroll to continue reading.
Bagiin Info

Click to comment
    • Flipboard

    • Reddit

    • Pinterest

    • Whatsapp

    • Whatsapp

Baca Juga Info Ini

Infomu

Setelah melewati hari-hari untuk bekerja, akhir pekan merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Pada akhir pekan, biasanya orang-orang mencari kegiatan untuk melepaskan penat yang mereka rasakan...

Infomu

Spatial Audio dan Dolby Atmos keduanya merupakan teknologi audio imersif. Berikut adalah penjelasan masing-masing teknologi tersebut. Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa Apple Music telah...

Infomu

Sejumlah kelompok relawan Jokowi langsung bergerak membentuk organisasi pendukung yang bernama “Rumah Gibran”. Koordinator relawan Rumah Gibran, Omar Aram mengatakan, pembentukan Rumah Gibran merupakan...

Infomu

Dalam memoarnya yang jujur, “The Woman in Me,” Britney Spears berbagi cerita yang belum pernah diceritakan sebelumnya tentang karier musiknya yang melejit dan conservatorship...

Infomu

Senin, 23 Oktober 2023 – 08:23 WIB BMKG Juanda menyampaikan ramalan cuaca di Jawa Timur hari ini, Senin (23/10). Foto: Ricardo/JPNN.com. jatim.jpnn.com, SURABAYA –...

Infomu

TEMPO.CO, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian periode 2023-2027. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun...

Infomu

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengemukakan pemasangan paku Marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) sebagai pembatas jalur sepeda lebih estetik dan mudah dirawat...

Infomu

Penampilan terbaru Hailey Bieber membuktikan bahwa warna cokelat latte adalah palet paling trendi untuk musim gugur ini. BACA JUGA: Hailey Bieber Lapisi Gaun Mini dengan...

Advertisement
close