Google Bard akan beralih ke PaLM yang memiliki kumpulan data relatif lebih besar daripada LaMDA – model bahasa yang digunakan Bard saat ini.
Google Bard dilaporkan akan mengganti model bahasanya agar dapat menyaingi kesuksesan Microsoft Bing Chat. Sebagaimana diketahui, debut Bard tidak sebaik Bing. Bahkan, kepala Periklanan dan Layanan Web Microsoft Mikhail Parakhin menyatakan bahwa Bard “cukup jauh di belakang” chatbot Bing.
Dilansir dari Neowin (1/4), CEO Google Sundar Pichai dalam podcast Hard Fork The New York Times menyatakan chatbot akan beralih ke PaLM yang memiliki kumpulan data relatif lebih besar daripada LaMDA – model bahasa yang digunakan Bard saat ini.
Kemungkinan juga, peralihan model bahasa dari LaMDA ke PaLM saat ini sudah terjadi. Sebab, dalam podcast tersebut Pichai mengatakan peralihan terjadi “mungkin saat (podcast) ini ditayangkan.” Selain kelengkapan data, PaLM juga disebut dapat menghadirkan lebih banyak kemampuan penalaran dan pengkodean.
“Kita semua berada di tahap yang sangat, sangat awal. Kami akan memiliki model yang lebih mumpuni untuk dipasang seiring waktu. Tapi saya tidak ingin hanya siapa yang duluan, tetapi melakukannya dengan benar sangat penting bagi kami,” kata Pichai soal perkembangan Bard.
Terlepas dari itu, ada banyak perdebatan tentang bagaimana chatbot seperti Bard, Bing Chat, dan ChatGPT harus digunakan dan diatur. Kelompok riset nirlaba, Pusat AI dan Kebijakan Digital baru-baru ini meminta Komisi Perdagangan Federal untuk menyelidiki OpenAI perusahaan induk ChatGPT atas kemungkinan pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen.
Dalam podcast, Pichai menyatakan bahwa “terlalu penting” untuk menerapkan peraturan untuk AI, tetapi menambahkan, “Ini juga merupakan area yang terlalu penting untuk tidak diatur dengan baik.”
Source link















