Connect with us

Hi, what are you looking for?

Infomu

Mengenang Persahabatan Soekarno dan Kim Il Sung

Mengenang Persahabatan Soekarno dan Kim Il Sung




Kim Il Sung melakukan kunjungan balasan ke Indonesia dan bertemu sahabatnya, Soekarno, pada 10 April 1965, mundur sembilan bulan dari jadwal yang direncanakan sebelumnya.

Pesawat PM Kim mendarat siang hari pukul 13.10 dengan dikawal satu skuadron pesawat tempur Angkatan Udara Republik Indonesia.



Saat itu Kim yang mengenakan setelan jas abu-abu dan topi putih dengan wajah berseri-seri turun dari pesawat. la segera berangkulan mesra dengan sahabatnya Presiden Sukarno.

Ia didampingi para pejabat tinggi Korea, yakni Menteri Luar Negeri Pak Song Chol dan puteranya Kim Jong Il, yang saat itu masih muda.

Kunjungan itu menjadi sangat bersejarah, karena Indonesia menjadi negara pertama yang mendapat kehormatan didatangi dua pemimpin Korea Utara secara berbarengan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kim disambut di Lapangan Terbang Kemayoran, di mana ratusan ribu orang yang terdiri atas pelajar, anggota partai, ormas, dan masyarakat umum berjejalan tak sabar menunggu kedatangan tamu dari Korea.

Dalam pidato sambutannya, Bung Karno mengucapkan selamat datang kepada sahabatnya dan mengatakan bahwa Indonesia saat itu tengah berjuang sekuat tenaga untuk membangun dunia baru tanpa penindasan.

Merespon ungkapan Soekarno, Kim mengaku gembira akhirnya bisa datang ke Indonesia dan mengatakan bahwa Korea siap bahu-membahu dengan Indonesia dalam perjuangan bersama.

Sore harinya, kedua pemimpin itu berpindah ke Istana negara menggunakan satu mobil yang sama, menggambarkan begitu dekatnya hubungan yang mereka jalin.

Di Istana, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan Bintang Republik Kelas 1 kepada Perdana Menteri Kim Il Sung dan Bintang Republik Kelas 2 kepada Menteri Luar Negeri Pak Song Chol. Adapun beberapa delegasi Korea lain memperoleh Bintang Mahaputra Kelas 2, termasuk Dubes Korea untuk Indonesia.

Perdana Menteri Kim Il Sung dan rombongan menghabiskan sepuluh hari di Indonesia. Mereka memiliki jadwal yang cukup padat saat itu.

Berbagai acara diikutinya, antara lain tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pidato di Akademi Ilmu Sosial Ali Archam dan kunjungan ke Bandung untuk Peringatan 10 tahun Konferensi Asia Afrika.

Sama seperti di Jakarta, kehadiran PM Kim di Lapangan Terbang Bandung juga dielu-elukan oleh rakyat Indonesia.

Setelah menyelesaikan perjalanan di Bandung, Kim kemudian menempuh perjalanan Darat ke Bogor. Saat itu ia sempat berkunjung ke Kebun Raya Bogor di mana akhirnya menjadi sangat bersejarah karena adanya bunga Kimilsungia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bunga itu menjadi sangat penting karena hingga kini bila ada orang Korea, baik pejabat tinggi maupun masyarakat biasa, datang ke Indonesia, mereka selalu menyempatkan mengunjungi Bogor untuk melihat bunga bersejarah tersebut.

Kunjungan Kim ke Indonesia menjadi lebih istimewa lagi karena hari ulang tahunnya yang ke-53 dirayakan di Indonesia.

Pada pagi 15 April 1965, Bung Karno mendatangi Gedung Tamu Negara untuk memberikan ucapan selamat. Hal-hal semacam inilah yang mungkin secara protokoler kurang lazim, tetapi justru menunjukkan betapa dekatnya mereka.

Hari bahagia itu menjadi lebih menyenangkan setelah Bung Karno memberi tahu bahwa pemerintah Republik Indonesia dan Komisi Pemberian Gelar Universitas Indonesia sepakat memberikan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Keinsinyuran kepada PM Kim.

Catatan penting lain dari kunjungan Perdana Menteri Kim Il Sung adalah pertemuannya dengan para pemimpin negara lain yang datang untuk Peringatan 10 Tahun Konferensi Asia-Afrika.

Di antara mereka adalah Perdana Menteri RRC Zhou En Lai, Perdana Menteri Vietnam Pham Van Dong, Pangeran Souphanouvong dari Laos, dan Pangeran Sihanouk dari Kamboja.

Kim akhirnya meninggalkan Indonesia pada 20 April 1965. Soekarno berjabat tangan dan memeluk Kim dengan erat, seperti belum rela membiarkan sahabatnya yang sangat dekat itu kembali ke rumah.

Seperti halnya saat kedatangan, ratusan orang juga bersorak sorai saat upacara pelepasan tamu negara dilangsungkan di Lapangan Terbang Kemayoran.

Advertisement. Scroll to continue reading.





Source link

Bagiin Info

Click to comment
    • Flipboard

    • Reddit

    • Pinterest

    • Whatsapp

    • Whatsapp

Baca Juga Info Ini

Infomu

TEMPO.CO, Jakarta – Masyarakat Indonesia memiliki berbagai pilihan moda transportasi untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini, mulai dari transportasi publik hingga transportasi privat. Pemerintah...

Infomu

HerStory, Jakarta — Beauty, hubungan suami istri Ria Ricis dan Teuku Ryan, kabarnya dalam masalah. Hal itu mencuat setelah ramai-ramai mendapat sorotan netizen terkait...

Infomu

Foto: Anna Shvets via Pexels Merekatkan headset ke kedua kuping bisa jadi cara ampuh mengubah suasana kerja yang tadinya lemas jadi sedikit bergairah. Apalagi...

Infomu

JAKARTA, celebrities,id – Kabar duka datang dari keluarga Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin. Sang menantu yakni Muhammad Rapsel Ali meninggal dunia.  Untuk dikethaui,...

Infomu

TEMPO.CO, Jakarta – Pengobatan alternatif mengacu pada metode yang belum terbukti atau tidak terbukti yang digunakan sebagai pengganti perawatan medis standar untuk mencegah, mendiagnosis,...

Infomu

Di samping keluarga, sahabat adalah seseorang yang paling dekat dan paling memahami diri kita. Biasanya, sahabat sejati tidak hanya akan ada di saat momen-momen...

Infomu

Dengan e-SIM pelanggan tidak perlu menggunakan kartu SIM fisik di ponsel. Berarti pula dengan menggunakan e-SIM, pelanggan tidak harus membeli kartu SIM fisik di...

Infomu

JAKARTA – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencetak laba bersih Rp12,6 miliar tahun 2022. Performa bottomline anak usaha PT Bundamedik Tbk (BMHS) itu...

Advertisement
close