Connect with us

Hi, what are you looking for?

Infomu

Ledakan Bom di Kabul Tewaskan Setidaknya 5 Orang, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab : Okezone News

https: img.okezone.com content 2023 01 12 18 2744717 ledakan-bom-di-kabul-tewaskan-setidaknya-5-orang-isis-mengaku-bertanggung-jawab-tiNTHwZ7i8.jpg



KABUL – Ledakan bom bunuh diri menewaskan setidaknya lima orang di luar kementerian luar negeri Afghanistan pada Rabu, (1/11/2023) kata polisi. Sebuah rumah sakit terdekat mengatakan lebih dari 40 orang terluka akibat ledakan itu.

Juru Bicara Kepolisian Kabul Khalid Zadran mengatakan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi resmi adalah lima orang. Namun, pejabat kementerian informasi Taliban Ustad Fareedun menempatkan jumlah korban tewas mencapai hingga 20 orang.




Fareedun mengatakan pelaku bom itu berencana masuk kementerian luar negeri tetapi gagal.

Rumah Sakit Darurat, pusat bedah bagi mereka yang terluka akibat perang yang dijalankan oleh sebuah LSM Italia, mengatakan telah menerima lebih dari 40 pasien setelah ledakan itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa negara, termasuk Pakistan dan Inggris, mengutuk serangan itu.

Sebuah foto daerah itu, yang dikonfirmasi oleh sumber-sumber resmi, menunjukkan setidaknya sembilan orang tewas atau terluka tergeletak di luar kementerian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ledakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat kata Zadran sebagaimana dilansir Reuters.

Kelompok teroris Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, kata kantor berita kelompok militan Amaq di saluran Telegram yang berafiliasi.


Follow Berita Okezone di Google News

Pemerintahan yang dikelola Taliban menghadapi pemberontakan oleh militan Negara Islam yang menargetkan orang asing, termasuk kedutaan Rusia dan Pakistan dan sebuah hotel yang melayani pengusaha China.

Ledakan itu terjadi pada waktu sibuk di daerah yang dijaga ketat dikelilingi oleh pos pemeriksaan di jalan yang menampung beberapa kementerian. Beberapa negara, termasuk Turki dan China, memiliki kedutaan besar di wilayah tersebut.

Tidak ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, yang mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021 dengan kecepatan dan kemudahan yang mengejutkan dunia, setelah itu Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu dan pemerintahannya runtuh.

Advertisement. Scroll to continue reading.




Source link

Advertisement. Scroll to continue reading.
Bagiin Info

Click to comment
Advertisement
Advertisement
Advertisement
    • Flipboard

    • Reddit

    • Pinterest

    • Whatsapp

    • Whatsapp

Baca Juga Info Ini

Infomu

“Malam ini, pelaksanaan pagelaran wayang orang dengan lakon ‘Pandawa Boyong’. Pagelaran ini luar biasa,” ujar Yudo. Yudo menjelaskan, pagelaran wayang orang ini juga gabungan...

Infomu

Kesadaran para wanita untuk menjaga kesehatan kulit wajah nampaknya semakin lama semakin meningkat. Hal ini terbukti dari banyaknya wanita yang sudah mulai melakukan perawatan...

Infomu

Dapatkan e-magazine terbaru dari Her World Indonesia untuk edisi November 2022 yang menampilkan pesona aktris dan model, Yuki Kato sebagai bintang cover! Kini, lebih...

Infomu

TEMPO.CO, Surakarta – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau kesiapan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang menurut rencana dibuka kembali pada 27 Januari 2023,...

Infomu

BEKASI – Seorang pelaku pencurian motor (curanmor) kepergok warga Warga Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, saat beraksi. Pelaku saat itu sedang berupaya membawa...

Infomu

BINTANG Real Madrid Karim Benzema mengungkapkan kondisinya jelang laga final Supercopa melawan Barcelona Senin (16/1) malam. Benzema yang sebelumnya berjuang dengan masalah hamstring yang...

Infomu

Minggu, 15 Januari 2023 – 17:14 WIB Anggota DPR RI cum penasihat Klub Semen Padang FC Andre Rosiade kritik keputusan PSSI menghentikan Liga 2....

Infomu

HerStory, Jakarta — Moms tentu sudah tak asing dengan biji ketumbar, bukan? Salah satu bumbu dapur ini ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan yang tak...

Advertisement
close