Google dikabarkan telah menunjukkan kehebatan platform Genesis ke beberapa media, sebuah platform yang dapat menulis berita secara otomatis.
Google tampaknya sedang melakukan uji coba teknologi baru menggunakan AI. Bukan hanya sedang mengerjakan platform pesaing ChatGPT, melainkan mereka juga sedang mempersiapkan sebuah platform dimana mereka menggunakan AI untuk membuat berita.
Platform ini disebut dengan kode “Genesis”. Teknologi ini pun sudah ditunjukkan ke beberapa pihak, termasuk ke The New York Times, The Washington Post, dan News Corp. Ketiganya dilaporkan cukup terkesan.
Engadget (20/7) melaporkan, para petinggi dari media-media tersebut menyebut bahwa Genesis “dapat menyiapkan salinan dari data yang diberikan padanya, baik itu peristiwa terkini atau jenis informasi lainnya.”
Namun, pihak Google menyebut platform ini tidak akan menggantikan para jurnalis. Melainkan, para jurnalis dapat menggunakannya sebagai semacam asisten untuk mengotomatiskan tugas dan membebaskan mereka untuk hal lain.
Meski demikian, beberapa orang yang melihat demonstrasi ini menggambarkannya sebagai sesuatu yang “meresahkan”. Mereka juga mengatakan bahwa tampaknya teknologi ini menghiraukan jenis pekerjaan yang dilakukan untuk menulis bagian yang akurat dan dapat dicerna.
Jeff Jarvis, seorang profesor jurnalis di City University of New York, mengatakan kepada The Times bahwa jurnalis hanya harus menggunakan alat ini “jika teknologi ini dapat memberikan informasi faktual dengan andal”.
Untuk sementara ini, Genesis masih belum diluncurkan dan kami belum bisa melihat apakah platform tersebut dapat benar-benar memberikan informasi yang akurat dan tidak bias. Kami akan mencobanya setelah platform ini diluncurkan secara resmi.
Di sisi lain, beberapa media yang sudah mulai mencoba untuk menggunakan AI untuk membuat berita juga sempat mengalami kesulitan. CNET misalnya, harus mengeluarkan koreksi setelah mengetahui kesalahan substansial di sebagian besar dari 77 artikel yang ditulis mesin yang diterbitkan di bawah CNET Money byline.
Sementara di awal bulan ini, io9 Gizmodo menerbitkan karya Star Wars yang penuh dengan kesalahan yang dikaitkan dengan “Bot Gizmodo”. wakil editor io9 James Whitbrook mengatakan tim editorial situs web tidak berperan dalam penerbitannya, dan mereka juga tidak diberi kesempatan untuk mengeditnya untuk koreksi sebelum diterbitkan.
Source link














